Dari Kecelakaan hingga Pemulihan
Pada Agustus 2023, Aqeel Ahmad, seorang pemuda di Lahore, Pakistan, selamat dari insiden kekerasan yang mengubah hidupnya selamanya.
Aqeel sedang menaiki becak di daerah Gajjumata ketika dua pria yang mengendarai sepeda motor mencoba merampas telepon selulernya. Saat perkelahian terjadi, ia terlempar dari becak, kepalanya membentur pembatas beton, dan kehilangan kesadaran. Sebuah ambulans membawanya ke rumah sakit.
Sembilan hari kemudian, Aqeel menderita stroke berat yang disebabkan oleh gumpalan darah di otak. Ia membutuhkan operasi otak darurat. Ketika sadar, ia mengalami afasia global — gangguan bahasa parah yang menghilangkan kemampuannya untuk berbicara, membaca, dan menulis.
Sebelum terkena stroke, Aqeel bekerja di bagian sumber daya manusia di sebuah perusahaan di Lahore. Setelah itu, ia kehilangan pekerjaannya, dan hubungannya berakhir. Pemulihannya berjalan lambat dan ia merasa terisolasi.
Banyak teman yang kesulitan memahami kondisinya ketika ia hanya bisa berbicara sedikit. Yang membantunya melewati masa sulit itu adalah orang tuanya, yang menjadi sistem pendukung utamanya dan membantunya berkomunikasi ketika ia tidak mampu melakukannya sendiri.
Setelah menjalani terapi dan latihan harian selama dua tahun, kemampuan bicara Aqeel perlahan pulih.
“Saya menghidupkan kembali bahasa saya, kata demi kata,” kata Aqeel.
Polisi tidak pernah tiba, dan para pelaku tidak pernah tertangkap. Kini, Aqeel mengatakan bahwa itu bukan lagi fokusnya. Fokusnya adalah pemulihan, penerimaan, dan membangun kembali hidupnya.
“Perjuangan itu sementara, tetapi menyerah akan berlangsung selamanya. Dengan pertolongan Tuhan, saya terus maju.”