Carolina Mengubah Pemulihan Menjadi Advokasi
Menyatukan orang-orang melalui komunikasi dan visibilitas bersama.
Kisah Carolina Ulloa Garzon
Carolina Ulloa Garzón, yang berasal dari Kolombia, tinggal di New York sambil mengejar gelar PhD-nya. Pada Januari 2010, ia kembali ke Kolombia untuk pernikahannya, dan berencana untuk melanjutkan hidupnya di New York tak lama kemudian.
Sebelum ia bisa kembali, ia terbangun dengan sakit kepala yang tak tertahankan. Ia muntah dan pingsan. Di rumah sakit, dokter menemukan aneurisma otak dan melakukan operasi darurat yang berlangsung hampir sepuluh jam. Keesokan harinya, ia pingsan lagi dan membutuhkan perawatan darurat tambahan. Dokter menempatkannya dalam koma yang diinduksi secara medis selama satu bulan.
Saat ia terbangun, hidupnya telah berubah sepenuhnya. Ia mengalami kelumpuhan di satu sisi tubuhnya dan membutuhkan trakeotomi untuk bernapas serta selang makan untuk mendapatkan nutrisi.
Bagi Carolina, kehilangan yang paling menghancurkan adalah bahasa itu sendiri. Dia mempelajari kembali warna, bentuk, angka, dan dasar-dasar komunikasi.
Membantu Orang Lain Memahami Afasia
Pada tahun-tahun berikutnya, ia membentuk kembali hidupnya melalui kreativitas dan bentuk-bentuk ekspresi baru. Ia menerbitkan sebuah buku yang menjelaskan afasia dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami untuk membantu orang lain memahami gangguan bahasa.
Menyadari kurangnya jaringan dukungan di Kolombia, Carolina mendirikan Afasia Vital Enam tahun lalu. Komunitas virtual ini menyatukan orang-orang dengan afasia, keluarga, dan terapis, menciptakan ruang untuk koneksi dan pengalaman bersama. Melalui karya ini, ia terus mengubah kehilangan pribadi menjadi dukungan kolektif.